//]]> Fakta Jalan Kaki Adalah Cara Paling Sederhana Untuk Membantu Menurunkan Berat Badan

Fakta Jalan Kaki Adalah Cara Paling Sederhana Untuk Membantu Menurunkan Berat Badan

 



Fakta Jalan Kaki Adalah Cara Paling Sederhana Untuk Membantu Menurunkan Berat Badan


Jalan kaki merupalan salah satu olahraga ringan dan mudah tanpa harus mengeluarkan biaya. Jalan kaki memiliki sedikit resiko sehingga aman dilakukan, juga tidak memerlukan fasilitas khusus. 


Jika dilakukan secara teratur dan konsisten akan memberi manfaat bagi kesehatan. 


Beberapa orang tidak suka olah raga dengan alasan capek atau karena tidak sempat, mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan duduk sebab sibuk dengan pekerjaan di kantor, berdagang, di dapur, nonton tivi dan lain-lain.


Jika tubuh kurang olahraga akan dapat mengganggu kesehatan walaupun banyak makan, berat badan bisa bertambah dan obesitas.


Berjalan kaki dapat dilakukan tanpa perencanaan, kapan saja, dimana saja, kita bisa melakukannya dengan santai, namun kadang kita malas melakukannya. 


Dengan gaya hidup sekarang, banyak orang lebih senang naik kendaraan ketimbang berjalan kaki walaupun jaraknya dekat sekali.


Beberapa orang menaiki tangga gedung untuk menuju ruang kantornya dari pada menggunakan lift, atau parkir agak jauh dari kantornya supaya bisa berjalan agar tubuhnya bisa sedikit aktif bergerak, ada juga yang naik sepeda untuk mendapatkan manfaatnya.


Berjalan dengan teratur dan rutin diketahui bisa mengurangi beban stress, bisa berdampak pada penurunan lemak dan gula darah serta membuat jantung dan paru-paru sehat, badan akan menjadi segar bugar serta tidur juga bisa lebih nyenyak.


Profesor Psikologi Robert Thayer di Universitas Negeri California, Long Beach mengatakan bahwa orang yang melakukan jalan kaki selain mendapatkan manfaat kesehatan kardiovaskular atau kesehatan fisik lainnya juga akan mendapatkan manfaat terhadap kesehatan psikologis serta lebih energik, dikutip dari laman active.


Selain itu secara tidak langsung akan berdampak pada lingkungan seperti mengurangi kemacetan dan polusi jika dilakukan bersama dalam aktivitas sehari-hari seperti ke kantor, sekolah, atau kegiatan lainnya.


Berjalan kaki selama 30 menit dalam sehari menurut sebuah studi yang dilakukan Duke University Medical Centre dapat bermanfaat dalam mengurangi resiko metabolic syndrome seperti terkena stroke, penyakit jantung dan diabetes, dikutip dari artikel penelitian oleh A Setyo Wahyuningsih pada Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia 2015.


Untuk mereka yang gemuk, ingin menurunkan berat badan dan ingin langsing bisa menambahkan program dietnya selain pola makan sehat dengan merutinkan jalan kaki. Walaupun olahraga juga bukan salah satu cara dalam usaha menurunkan berat badan tapi setidaknya jalan kaki bisa membakar kalori disamping itu untuk menjaga tubuh tetap stabil pasca kehilangan berat badan.


Jalan cepat dengan waktu yang cukup walaupun tidak secara signifikan dapat menurunkan berat badan tapi jika dilakukan secara intensif, sering dan menjadi rutinitas sehari-hari akan membantu untuk menurunkan berat badan.


Semua olahraga adalah aktivitas yang baik jika dilakukan dengan benar, baik itu berjalan kaki atau olah raga fisik lainnya, akan bermanfaat untuk kesehatan dan mengurangi resiko penyakit serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.


Dilansir dari laman trueyouweightloss, dalam sebuah penelitian ditunjukan bahwa bila berjalan tiga hari seminggu selama 50-70 menit per harinya dibarengi dengan diet kalori terbatas dapat membantu dalam menurunkan berat badan dan dikatakan juga sebanyak 250 sampai 350 kalori terbakar dengan jalan selama satu jam sesuai kecepatan dan berat badan.


Semakin banyak waktu yang digunakan untuk berjalan maka akan memberi banyak manfaat bagi kesehatan seperti mengurangi depresi, membantu pencernaan, mengurangi resiko, melancarkan sirkulasi darah, kesehatan tulang, dapat memperkuat otot, meningkatkan kreatifitas, kesehatan kulit dan mata hingga awet muda.


Yuk, siapa yang mau memaksimalkan berjalan kaki sebagai salah satu aktivitas sehari-hari sebagai investasi kesehatan hari ini dan masa depan

LihatTutupKomentar